<$BlogRSDUrl$>
ini untuk banner blogger
  tempatkita       tempatku  
   
 
     
 

Sunday, November 23, 2003

p o e m

terimakasih dari Faiz

Faiz mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada Allah SWT, kepada Ayah dan Bunda atas cinta dan dukungan yang berlimpah. Juga untuk Pak Tuo Taufiq Ismail yang aku kagumi. Om Jamal D. Rahman, Om Agus R. Sarjono yang suka menyemangatiku lewat sms. Tante Medy Loekito, Pak Tuo Hamid Jabbar, Om Ahmadun Y. Herfanda, Om Binhad Nurohmat yang sudah mau membaca karya-karyaku sebelum menjadi buku. Untuk Oma Maria, Opa Amin, Eyang Wiyati, Mami Rani, Papi Isa, Papi Eron, Mbak Menuk, Om Ferry, Om Bimo, Tante Alif, Mbak Kiki, Caca, Adam, Om Ali Muakhir, Om Andi Yudha, Penerbit Mizan, guru-guru dan teman-temanku semua. Kupersembahkan puisi-puisi ini untuk kalian dan untuk dunia. Semoga bermanfaat ya.

Salam manis,
Abdurahman Faiz


untuk bunda dan dunia

Karya
Abdurahman Faiz


-1-
Hatta

Engkau adalah kenangan
yang tumbuh
dalam kepala dan jiwaku

Suatu malam kau datang
dalam mimpiku
katamu
jangan lelah menebar kebajikan
jadikan kesederhanaan
sebagai teman paling setia

Aku anak kecil
berjanji menepati
jadi akan kusurati lagi
presiden kita
hari ini

(17 Agustus 2003)

-2-
puisi bunda

bunda hanya sedikit mengarang puisi untukku
tapi semakin lama kuamati
senyuman bunda adalah puisi
tatapan bunda adalah puisi
teguran bunda adalah puisi
belaian dan doanya
adalah puisi cinta
yang disampaikannya padaku
tak putus putus
tak putus putus

bahkan bila kutidur

(Mei 2003)

-3-
Siti dan Udin di jalan

Siti dan Udin namanya
sejak pagi belum makan
minum cuma seadanya
dengan membawa kecrekan
mengitari jalan-jalan ibu kota

Siti punya ayah
seorang tukang becak
ibunya tukang cuci
berbadan ringkih

Udin tak tahu di mana ayahnya
ditinggal sejak bayi
ibunya hanya pemulung
memunguti kardus dan plastik bekas

Mereka bangun rumah
dari triplek dan kardus tebal
di tepi kali Ciliwung
tapi sering kena gusur

Bila malam tiba
mereka tidur di kolong jembatan
ditemani nyanyian nyamuk
dan suara bentakan preman

Siti dan Udin namanya
muka mereka penuh debu
dengan baju rombengan
menyanyi di tengah kebisingan

pagi sampai malam
tersenyum dalam peluh
menyapa om dan tante
mengharap receh seadanya

Beribu Siti dan Udin
berkeliaran di jalan-jalan
dengan suara serak
dan napas sesak oleh polusi
kalau hari ini bisa makan
sudah alhamdulillah
tapi tetap berdoa
agar bisa sekolah
dan punya rumah berjendela

(Februari 2003)

-4-
Harry Potter

Sudahkah kau temukan
ramuan paling rahasia itu
agar seluruh orang di dunia
bisa saling cinta?

(Oktober 2002)

-5-
ayah bundaku

Bunda
engkau adalah
rembulan yang menari
dalam dadaku

Ayah
engkau adalah
matahari yang menghangatkan
hatiku

Ayah Bunda
kucintai kau berdua
seperti aku
mencintai surga

Semoga Allah mencium ayah bunda
dalam tamanNya terindah
nanti

(Januari 2002)

-6-
menaruh

Aku menaruh semua mainan
dan teman di sisiku

Aku menaruh bunda
di hatiku
dekat sekali
dengan tempat kebaikan

Tapi
Aku tak bisa menaruh Allah
Ia menaruhku di bumi
bersama bunda dan semua
Ia ada dalam tiap napas
dan penglihatanku

Allah, hari ini kumohon
taruhlah para anak jalanan,
teman-teman kecilku yang miskin
dan menderita
dalam belaianMu
dan buatlah ayah bunda
menjadi kaya
dan menaruh mereka
di rumah kami

Amin.

(Juli 2001)

-7-
jalan bunda

bunda
engkaulah yang menuntunku
ke jalan kupu-kupu

(September 2003)

-8-
surat buat ibu negara

Kepada Yang Terhormat
Presiden Republik Indonesia
Megawati
Di Istana

Assalaamualaikum.
Ibu Mega, apa kabar?
Aku harap ibu baik-baik seperti aku saat ini.
Ibu, di kelas badanku paling tinggi.
Cita-citaku juga tinggi.
Aku mau jadi presiden.
Tapi baik.
Presiden yang pintar,
bisa buat komputer sendiri.
Yang tegas sekali.
Bisa bicara 10 bahasa.
Presiden yang dicintai orang-orang.
Kalau meninggal masuk surga.

Ibu sayang,
Bunda pernah cerita
tentang Umar sahabat Nabi Muhammad.
Dia itu pemimpin.
Umar suka jalan-jalan
ke tempat yang banyak orang miskinnya.
Tapi orang-orang tidak tahu kalau itu Umar.
Soalnya Umar menyamar.
Umar juga tidak bawa pengawal.
Umar jadi tahu
kalau ada orang yang kesusahan di negerinya
Dia bisa cepat menolong.

Kalau jadi presiden
aku juga mau seperti Umar.
Tapi masih lama sekali.
Harus sudah tua dan kalau dipilih orang.
Jadi aku mengirim surat ini
Mau mengajak ibu menyamar.
Malam-malam kita bisa pergi
ke tempat yang banyak orang miskinnya.
Pakai baju robek dan jelek.
Muka dibuat kotor.
Kita dengar kesusahan rakyat.
Terus kita tolong.

Tapi ibu jangan bawa pengawal.
Jangan bilang-bilang.
Kita tidak usah pergi jauh-jauh.
Di dekat rumahku juga banyak anak jalanan.
Mereka mengamen mengemis.
Tidak ada bapak ibunya.
Terus banyak orang jahat
minta duit dari anak-anak kecil.
Kasihan.

Ibu Presiden,
kalau mau, ibu balas surat aku ya.
Jangan ketahuan pengawal
nanti ibu tidak boleh pergi.
Aku yang jaga
supaya ibu tidak diganggu orang.
Ibu jangan takut.
Presiden kan punya baju tidak mempan peluru.
Ada kan seperti di filem?
Pakai saja.
Ibu juga bisa kurus
kalau jalan kaki terus.
Tapi tidak apa.
Sehat.
Jadi ibu bisa kenal orang-orang miskin
di negara Indonesia.
Bisa tahu sendiri
tidak usah tunggu laporan
karena sering ada korupsi.

Sudah dulu ya.
Ibu jangan marah ya.
Kalau tidak senang
aku jangan dipenjara ya.
Terimakasih.

Dari
Abdurahman Faiz
Kelas II SDN 02 Cipayung Jakarta Timur

-9-
pengungsi di negeri sendiri

Tak ada lagi yang menari
di antara tenda-tenda kumuh
di sini
hanya derita
yang melekat di mata
dan hati kami

Tidak satu nyanyian pun
pernah kami dendangkan lagi
hanya lagu-lagu airmata
di antara lapar, dahaga
pada pergantian musim

Sampaikah padamu, saudaraku?

(Oktober 2003)

-10-
bunda cintaku

Bunda
kau selalu ada di sisiku
kau selalu di hatiku
senyummu rembulan
baktimu seperti matahari
yang setia menyinari
dan cintamu adalah udara
yang kuhirup setiap hari
meski di dalam sedih
walau dalam susah
langkahmu pasti
jadikan aku insan berarti

terimakasih bunda cintaku

(November 2002)

-11-
tujuh luka di hari ulangtahunku

Sehari sebelum ulangtahunku
aku terjatuh di selokan besar
ada tujuh luka membekas, berdarah
aku mencoba tertawa, malah meringis

Sehari sebelum ulangtahunku
negeriku masih juga begitu
lebih dari tujuh luka membekas
kemiskinan, kejahatan,
korupsi di mana-mana,
pengangguran, pengungsi
jadi pemandangan
yang meletihkan mata
menyakitkan hati

Tapi ada yang seperti lucu
di negeriku
orang yang ketahuan berbuat jahat
tidak selalu dihukum
namun orang baik bisa dipenjara

Pada ulangtahunku yang ke delapan
aku berdiri di sini dengan tujuh luka
sambil membayangkan Indonesia Raya
dan selokan besar itu

Tiba-tiba aku ingin menangis

(15 November 2003)

-12-
Yanto dan Mazda

Yanto dan Mazda, tidurlah
malam telah larut
Frodo dan Sam
sedang berjuang
memusnahkan Sauron

tidakkah sebaiknya kita
cium kening bunda
dan selekasnya masuk
lewat pintu-pintu mimpi
untuk membantu mereka?

(Februari, 2003)

-13-
siapa mau jadi presiden?

menjadi presiden itu
berarti melayani
dengan segenap hati
rakyat yang meminta suka
dan menyerahkan jutaan
keranjang dukanya
padamu

(November, 2003)

-14-
dari seorang anak Irak dalam mimpiku, untuk Bush

Mengapa kau biarkan anak-anak meneguk derita
peluru-peluru itu bicara pada tubuh kami
dengan bahasa yang paling perih

Irak, Afghanistan, Palestina
dan entah negeri mana lagi
meratap-ratap

Mengapa kau koyak tubuh kami?
apa yang kau cari?
apa salah kami?
kami hanya bocah
yang selalu gemetar mendengar
keributan dan ledakan
mengapa kau perangi bapak ibu kami?

Kini
kami tak pernah lagi melihat pelangi
hanya api di matamu
dan sejarah yang perih
tapi kami sudah tak bisa lagi menangis
Kami berdarah
Kami mati

(Oktober 2003)

-15-
penulis

Ayahku wartawan
bundaku sastrawan

dan akulah dia
yang susah payah
mengumpulkan semua cinta
semua duka
menjadikannya untaian kata
yang kualamatkan
pada dunia

mungkin menjadi kebaikan
yang bisa dibaca siapa saja
dan sedikit uang
untuk kusedekahkan
pada fakir miskin

(Agustus 2003)

-16-
Muhammad rinduku

Kalau kau mencintai Muhammad
ikutilah dia
sepenuh hati

apa yang dikatakan
apa yang dilakukan
ikuti semua
jangan kau tawar lagi
sebab ialah lelaki utama itu

memang jalan yang ditempuhnya
sungguh susah
hingga dengannya terbelah bulan

tapi kalau kau mencintai Rasul
ikutilah dia
sepenuh rindumu

dan akan sampailah kau
padaNya

(April 2003)

-17-
kepada koruptor

Gantilah makanan bapak
dengan nasi putih, sayur dan daging
jangan makan uang kami
lihatlah airmata para bocah
yang menderas di tiap lampu merah
jalan-jalan Jakarta
dengarlah jerit lapar mereka
di pengungsian
juga doa kanak-kanak
yang ingin sekali sekolah

Telah bapak saksikan
orang-orang miskin memenuhi
seluruh negeri
tidakkah menggetarkan bapak?

Tolong, Pak
gantilah makanan bapak
seperti manusia
jangan makan uang kami

(Oktober 2003)

-18-
doaku hari ini

Tuhanku
berikanlah waktumu padaku
untuk tumbuh di jalan cinta
dan menyemainya
di sepanjang jalan ayah bundaku
di sepanjang jalan Indonesiaku
di sepanjang jalan menujuMu

Amin

(Juli, 2003)

-19-
bunda ke Amerika

Sepucuk surat undangan sampai pagi ini
di rumah kami
untuk bundaku tercinta
dari universitas di Amerika

aku tahu bundaku pintar
juga amat berbudaya
tak heran bila ia diundang bicara
sampai ke negeri adidaya

ia adalah muslimah ramah
dengan jilbab tak pernah lepas dari kepala
sehari-hari berbicara benar
dan tak henti membela yang lemah

dari berita yang kubaca
Amerika penuh rekayasa
khawatir pun melanda
bila jilbab dijadikan masalah

Bagaimana bila bunda
tiba-tiba dianggap anggota alqaidah?
bukankah Presiden Amerika
menuduh dengan mudah
siapa saja yang tak dia suka?

Maka aku minta kepada Allah
agar bunda dilindungi senantiasa
bunda tersenyum dan memelukku
ia teguh pergi dengan jilbab di kepala
katanya hanya Allah maha penjaga

(September 2003)

-20-
puisi bunda 2

Engkau adalah puisi abadiku
yang tak mungkin kutemukan
dalam buku

(November 2003)


credit(s)


published by: RaKa Mardika @ 2:36:00 PM

Sunday, November 16, 2003

p o e m

perjalananku

Kumenjelajah sebagian isi dunia
Melewati malam
Menanti pagi
Melewati masa demi masa
Dalam hitungan tahun
Kuberdiri tegap
Dengan tangan mengepal
Terus melangkahkan kaki
Melewati terjalnya sungai
Mendaki tingginya bukit
Kadang jatuh tersungkur
Kubangkit lagi dengan semangat
Disertai doa
Karena jalan yang panjang
Banyak setan di sekeliling
Kunikmati jalan itu dengan senyum tersungging
Dan perasaan yang penuh dengan cinta kasih
Terus berjalan ke arah kebahagiaan
Karena kupunya harapan
karena kupunya masa depan
Tunggu di sana
Di puncak tertinggi
Aku pasti sampai
Aku pasti datang
Dengan membawa kemenangan

regards: friend

published by: RaKa Mardika @ 4:48:00 PM

p o e m

menanti

Tengah malam kuterjaga
Kubiarkan lamunanku hinggap di dadaku
Penuh resah
Alam tak lagi ramah
Laksana jeritan manusia tak berayah
Kemana lagi kata kuadukan
Kuimpikan kau saat ini
Di relung hati yang terus kugali
Kulukis bayangmu
Di belantara rinduku yang biru
Akankah kupendam rasa cinta padamu
Tapi kutak mau membunuh perasaanku
Jalan mana yang harus kutempuh
Kutak ingin ini hanya sebuah mimpi
Yang sekedar datang kemudian berlalu pergi
Begitu sulitnya menanti
Semoga penantian ini tak pernah sia-sia
Tapi kapankah kisahku ini berakhir
Dengan senandung cinta

regards: friend

published by: RaKa Mardika @ 4:41:00 PM

p o e m

munafik

Kau bilang cinta mati
Aku bilang munafik
Kau bilang kan selalu sayang
Aku bilang munafik
Kau bilang rindu sekali
Aku bilang munafik
Kau memang munafik

Aku bilang tak cinta
Kau bilang munafik
Aku bilang tak sayang
Kau bilang munafik
Aku bilang tak rindu
Kau bilang munafik
Aku pun juga munafik

Karena diam-diam
Aku pun menyayangimu

regards: friend

published by: RaKa Mardika @ 4:28:00 PM

Thursday, November 13, 2003

article

Konsep Kebahagiaan

Kemunculan berbagai agama dan filsafat di muka bumi terkait dengan pertanyaan: untuk apa manusia hidup di dunia, mencari apa? Agama lahir pada umumnya di benua Asia dalam mencari jawaban atas pertanyaan tadi dengan menggunakan intuisi (hati), sedang sistem filsafat muncul di benua Eropa dengan pendekatan rasio (akal). Hindu dengan berbagai aliran dan resi-nya masing-masing, Buddha, Jain, Konghucu, Shinto, Tao yang lahir di Asia sebelah timur memperlihatkan kedalaman pencarian lewat hati yang khas. Tradisi Ibrahim beserta nabi-nabi lain di Asia sebelah barat, yang dikenal dengan Timur-Tengah, demikian juga memperlihatkan ciri-ciri tersendiri. Tradisi penggalian melalui filsafat di Eropa, dengan penggunaan rasio, menunjukkan bahwa mereka sedang mengikuti saudaranya di Asia dalam menemukan hakekat kemanusiaan. Mereka satu keinginan, yaitu ingin memecahkan persoalan penting: apa yang dicari manusia dalam hidup.

Para nabi dan filosof bersepakat dalam satu kata, bahwa manusia ingin memperoleh kebahagian selama hidupnya. Ada sebagian yang mengatakan bahwa kebahagiaan adalah melalui kebahagiaan badani. Sementara sebagian yang lain mengatakan bahwa kebahagiaan adalah kepuasan rohani, atau hati yang tidak dibudakkan oleh keduniaan (harta, benda, tahta, anak-istri dan kemasyhuran). Kelompok pertama menandaskan, kebahagiaan adalah terpenuhinya kebutuhan dan keinginan manusia selama di dunia. Membantah pendapat ini, kelompok kedua menegaskan sebaliknya, bahwa untuk memperoleh kebahagiaan seseorang harus melepaskan diri dari keinginan dunia. Kelompok pertama mendorong manusia untuk memiliki harta sebanyak-banyaknya dan menikmati kehidupan dunia sepuas-puasnya (hedonisme). Sedang kelompok kedua memerintahkan manusia jika hendak bahagia, maka melepaskan keduniaan dan menjauhi dengan bertapa, berlaku membujang (celibacy), menjauhi keramaian dan hidup dengan fakir.

Di saat pertengkaran antara dua kubu yang saling bertentangan secara ekstrem, Islam datang dengan memberikan jalan keluar, penengah bagi keduanya. Untuk meraih kebahagian, sebagaimana pendapat kelompok kedua, Islam memerintahkan untuk melepaskan dunia dari hatinya, bukan dari tangannya. Artinya, bagi seorang Muslim, dunia harus dijauhi oleh hati dari kecenderungan untuk mencintainya. Tapi Islam memperbolehkan untuk memiliki harta sebanyak-banyaknya, sebagaimana kelompok pertama, sebagai alat pengabdian kepada Allah (swt), karena setiap ibadah kepada Allah lebih sering memerlukan pengorbanan badan dengan ritual yang melelahkan dan hati yang rela mengeluarkan harta miliknya. Sikap demikian ini dalam ilmu tasawuf disebut "zuhud". Imam Junaidi al-Baghdadi menegaskan, bahwa zuhud adalah meletakkan dunia dan isinya di telapak tangannya, bukan dalam hatinya. Harta untuk dimiliki, bukan untuk dicintai. Demikian pula anak dan istri.

Dunia bukanlah tujuan, tapi tempat manusia berbakti kepada Allah dan tempat berbuat sebagai wakil-Nya untuk kesejahteraan, keadilan dan kedamaian. Kelak tujuan akhir adalah akhirat, di mana manusia dapat menikmati puncak kebahagiaan. Namun, dunia diperlukan, selain sebagai alat pengabdian, untuk dinikmati seperlunya agar tumbuh rasa rindu kepada kampung akhirat. Allah berpesan, "Hidup di dunia ini tidak lain hanyalah suatu kesenangan dan permainan belaka. Sesunggunya kampung akhirat, itulah kehidupan yang sebenarnya jika mereka mengetahui." (Q.S. Al-Ankabut: 64)

Di ayat lain, "Tiadalah kehidupan di dunia kecuali permainan dan senda gurau saja. Sesungguhnya kehidupan di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa, apakah kamu tidak memikirkannya?" (Q.S. Al-An'am: 32)

Nabi Muhammad (saw) mengajarkan lewat do'a, "Rabbana aatina fiddun-ya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina adzaban-naar." (Tuhan-ku, berilah kepada hamba-Mu ini kebahagiaan di dunia, dan kebahagian kelak di akhirat, serta jauhkan dari hamba-Mu ini siksa neraka).

Walalhu a'lam.
Rizqon Khamami.

##########################################
Pesantren Virtual - "Pondok Pesantren era Digital"
Website: http://www.pesantrenvirtual.com
Informasi: info@pesantrenvirtual.com
Konsultasi: konsultasi@pesantrenvirtual.com
##########################################

published by: RaKa Mardika @ 9:03:00 PM

"Tahukah kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari..."
(Pramoedya Ananta Toer)

.: = http://tempatkita.blogspot.com = :.

Previous post: Rudy Habibie dan Rudy Chaerudin, sukses Mana?... k-s-d... sebagian malam di Balai Komando... ungu violet... garam... Cerita Sang Tua... masih hidup... Mengenali Tanda-Tanda Kematangan Diri... flight... s m i l e...

Archives: October 2003... November 2003... December 2003... January 2004... March 2004... April 2004... May 2004... June 2004... July 2004... August 2004... September 2004... October 2004... December 2004... March 2005... April 2005... June 2005... August 2005... November 2005... November 2008...

This page is powered by Blogger :)


 
     
 
  Mardi-k Lab. (contact) 1996-sekarang