<$BlogRSDUrl$>
ini untuk banner blogger
  tempatkita       tempatku  
   
 
     
 

Friday, August 06, 2004

mengelola karier

Berpikir Tak Punya Pekerjaan

Hanya setelah bertahun-tahun dan bekerja keras, seseorang dapat mencapai karier yang didambakan. Mengelola karier bukan pekerjaan sehari. Seseorang harus terus menerus menjalani jalan yang melelahkan untuk meraihnya.

Ketika merencanakan karier, anda harus menyadari bahwa karier tak dapat dicapai secara instan. Kuncinya, lakukan fokus secara tepat dengan langkah setapak demi setapak.

Pengetahuan memberikan rasa percaya diri. Seseorang harus sangat kuat secara mendasar. Dasar yang lemah tak dapat diterima di mana-mana. Karena itu, ia harus memikirkan karier sebelum menetapkan keterampilan, berinteraksi, dan mengambil pekerjaan di industri apa.

Pengetahuan, sikap, dan kerja keras anda harus tampak. Harus ada upaya-upaya yang sesuai agar pekerjaan dan kemampuan anda diketahui orang lain.

Prestasi anda merupakan kartu untuk masa depan. Itu akan membantu anda "laku" di pasar kerja. Berusahalah untuk selalu menyumbang sesuatu yang penting setiap hari. Buatlah catatan apa yang sudah anda lakukan dan bagaimana hasilnya.

Kemampuan SDM sama pentingnya dengan keahlian teknis. Setiap orang harus berpikir bahwa karier itu sama dengan kampanye ke-PR (public relations)-an. Seakan kantor politisi, tujuan anda membuat sebanyak mungkin orang menyukai anda secepat mungkin, dan tetap menyukai anda. Karena itu setiap orang, baik lelaki, perempuan, yunior, atau senior -- itu penting. Perlakukan semuanya dengan ramah dan hormat. Bahkan dalam pekerjaan-pekerjaan yang sangat teknis pun, anda harus tetap bekerja sama dengan orang lain.

Ketika ada masalah, jangan menyalahkannya pada orang lain atau memaklumi diri sendiri. Kenali kesalahan seseorang dan camkan itu agar anda tidak mengulanginya. Ketika menghadapi tantangan, ucapkan pada diri anda, "Akulah yang mengontrol masa depanku sendiri. Tak seorang pun dapat menghalangi kebahagiaanku jika aku merencanakannya dan berhasil meraihnya. Akhirnya, tak seorang pun dapat menghentikan aku dari sukses kecuali diriku sendiri."

Sebaiknya selalu memiliki rencana B. Pada suatu hari pekerjaan anda sekarang akan berakhir, bahkan bila anda memiliki perusahaan sendiri! Karena itu, pikirkan jangka pendek. Jangan anggap enteng peluang yang ada sekarang. Belajar dari profesi konsultan. Mereka selalu digambarkan sebagai "Seseorang yang bangun setiap hari tanpa pekerjaan."

Anda harus merasa hal serupa. Setiap bangun tidur di pagi hari, rasakan sebagai orang yang tak punya pekerjaan, dan terus menerus pakai rasa ini untuk menunjukkan diri anda mampu bekerja dengan baik pada hari itu. Hargai pekerjaan anda, tapi pikirkan apa yang mungkin terjadi di masa mendatang dan karena itu sebaiknya memiliki rencana B.

Para employer (boss) biasanya akan merekrut teman-temannya sendiri. Jika menggaji orang yang tak dikenal, mereka berpikir sedang menggaji orang asing. Makanya ketika perusahaan merekrut sekelompok orang yang tak dikenal, mereka akan melakukan wawancara, tes, dan menyortir dengan ketat. Miliki strategi karier yang bagus. Yakni, selain selalu memperbarui kemampuan dan keahlian dan mencapai sebanyak mungkin dua hal itu, tingkatkan persahabatan yang dalam dan kekal.

Anda, misalnya, harus terus berinteraksi dengan alumni. Namun pertemuannya tak sebatas acara alumni. Sebaliknya, mesti ada pertemuan informal yang mengungkapkan gagasan-gagasan penting dan berguna (cis/beberapa sumber)

published by: RaKa Mardika @ 2:42:00 PM

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

"Tahukah kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari..."
(Pramoedya Ananta Toer)

.: = http://tempatkita.blogspot.com = :.

Previous post: Tujuh Prinsip Entrepreneur Sukses... p o e m... pribadi disukai... penyakit kronis... presiden pilihan... mari berhenti sejenak... s t o r y... Nasionalisme Baru... i n f o... p o e m...

This page is powered by Blogger :)


 
     
 
  Mardi-k Lab. (contact) 1996-sekarang